Kamis, 23 Desember 2010

Tugas Perbaikan Uts JarKomLan



Tugas Perbaikan Uts JarKomLan
Nama : Kesmas Rikardo S
Npm : 50407489
No.Absen : 30
Kelas : 4ia13

Diketahui :
IP Public 172.16.0.0/16
>> 172.16.X.N
X = No. absen (jadi, nilai x nya adl 30)
N = Jumlah Netmask
Pada jaringan suatu perusahaan terdapat beberapa departemen bagian diantaranya :
Tentukanlah VLSM nya???

Jawab :
Rumus = Jumlah host + host router + (broadcast +network)
Gateway = 256 - IP Total
# Untuk HRD
HRD = 20 host + 1 + 2 = 23 à di jadikan Biner 10111 à 5 (jumlah digit dari bilangan biner yang kita cari).
Subnet Mask = 11111111. 11111111. 11111111. 11100000
8 8 8 3 = 27 (desimal),binernya 255 255 255 22.
*IP Total = 25 = 32

# Untuk FIN
FIN = 15 host + 1 + 2 = 18 >> dijadikan Biner 10010 = 5
Subnet Mask = 11111111. 11111111. 11111111. 11100000
8 8 8 3 = 27 (desimal), 255 255 255 224 (biner)
*IP Total = 25 = 32

#Untuk IT
IT = 12 host + 1 +2 = 15 >> dijadikan Biner 1111 = 4
Subnet Mask = 11111111. 11111111. 11111111. 11110000
8 8 8 4 = 28 (desimal), 255 255 255 240 (biner)
*IP Total = 24 = 16

#Untuk Marketing
MARKETING = 25 host + 1 + 2 = 28 >> di jadikan Biner 11100 = 5
Subnet Mask = 11111111. 11111111. 11111111. 11100000
8 8 8 4 = 27 (desimal), 255 255 255 224 (biner)
*IP Total = 25 = 32

Tabel Hasil Perhitungan VLSM

Rabu, 22 Desember 2010

Strategy of Information Integration (SII)

METODOLOGI SEBAGAI BAHASA BERSAMA

Pada bidang bisnis kita mempunyai suatu persaingan yang sangat ketat untuk meminimalisir suatu kerugian dalam bisnis maka kita melakukan suatu strategi. Praktisi Teknologi Informasi sering menjumpai permasalahan rumit ketika menghadapi tantangan dimana beberapa sistem informasi yang berbeda harus diintegrasikan. Contoh peristiwa ini antara lain akuisisi dan merger, penggabungan beberapa instansi pemerintahan, kerja sama program berbasis lintas sektoral, dsb. Mereka memiliki strategi untuk menguatkan bisnis yang sedang mereka jalani dengan cara melakukan merger dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Mereka berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Dalam menghadapi ini, metodologi yang digunakan harus mampu menjawab berbagai kendala teknis ataupun non teknis yang sekiranya sering dijumpai pada setiap isu penggabungan. Artinya, metodologi yang dipakai harus dibangun dengan memperhatikan berbagai aspek tersebut.
Untuk menghadapi persaingan ini, metodologi yang dipergunakan harus mampu menjawab berbagai kendala teknis maupun non teknis yang seyogiyanya dijumpai pada setiap isu penggabungan. Artinya, metodologi yang dipakai harus dibangun dengan memperhatikan berbagai aspek yang dimaksud tersebut.

METODOLOGI SEBAGAI BAHASA BERSAMA

Hal-hal yang kebanyakan menyebabkan suatu jalan keluar yang dapat diselesaikan dengan mempelajari sejumlah ilmu perilaku organisasi, dengan menggunakan sebuah metodologi yang disusun berdasarkan fenomena resistensi adalah sebagai berikut:

1. Ego sektoral organisasi yang sangat tinggi sehingga menutup kemungkinan untuk mau diatur atau bekerjasama dengan organisasi lain (kecuali jika yang bersangkutan menjadi pemimpin konsorsium);
2. Anggapan bahwa sistem informasi merekalah yang terbaik dibandingkan dengan yang dimiliki oleh pihak-pihak mitra lainnya;
3. Konteks kepentingan yang berbeda pada setiap organisasi sehingga sulit dicari titik temu yang memungkinkan untuk melakukan integrasi secara cepat;
4. Berebutan untuk menjadi pimpinan tim integrasi dalam sebuah konsorsium kerja sama;
5. Ketidakinginan untuk saling membagi data, informasi, maupun pengetahuan yang dimiliki karena akan dianggap mengurangi keunggulan kompetitif individu maupun organisasi;
6. Ketidaktahuan harus memulai usaha integrasi dari mana sehingga kondusif untuk dilakukan sejumlah pihak terkait; dan lain sebagainya.


Tahap I: Eksploitasi Kapabilitas Lokal

Pada tahap pertama ini, yang perlu dilaksanakan adalah melakukan suatu pengembangan maksimal terhadap kapabilitas sistem informasi masing-masingorganisasi.
Tujuan dari dilakukannya tahap ini adalah untuk memahami secara sungguh-sungguh batasan maksimal kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan kebutuhan manajemen strategis dan operasional organisasi yang bersangkutan – baik dilihat dari segi keunggulannya maupun keterbatasannya. Hasil kajian ini sangatlah berguna untuk tahapan selanjutnya, terutama nanti dalam melihat cara-cara mengatasi keterbatasan masingmasing sistem informasi terkait.
Adanya tahap ini juga bermanfaat bagi mereka yang selama ini belum tahu benar mengenai karakteristik dan spesifikasi sistem informasi yang dimiliki untuk dapat lebih mengerti kapabilitas kemampuan sistem yang sebenarnya. Aktivitas eksploitasi yang dimaksud dapat hanya merupakan sebuah kajian atau simulasi analisa belaka atau benar-benar dilakukan pengembangan sistem yang dimaksud. Berbagai pendekatan teori manajemen dapat dipakai untuk membantu proses eksploitasi ini, seperti misalnya : SWOT, risk assessment, gap analysis, value assessment, dan lain sebagainya. Esensi keluaran (baca: outcome) dari tahap ini adalah pemahaman akan keunggulan dan keterbatasan sistem informasi yang dimiliki organisasi dalam hal memenuhi visi dan misi organisasi yang bersangkutan maupun dalam kaitannya dengan kebutuhan organisasi mitra lainnya yang diajak bekerjasama.

Tahap II: Lakukan Integrasi Tak Tampak

Setiap kerjasama atau kolaborasi dua atau lebih organisasi kerap mendatangkan kebutuhan baru. Dan ketika kebutuhan bersama ini muncul, seringkali tidak dapat dipenuhi oleh sebuah sistem informasi yang dimiliki salah satu anggota konsorsium. Karena Tahap I yaitu kajian kapabilitas sudah dilakukan, tidak akan ada satu organisasi pun yang berani ”berbohong” atau ”membual” bahwa hanya sistem informasinyalah yang dapat menyediakan kebutuhan kerjasama konsorsium.
Pada saat kebutuhan baru ini berhasil didefinisikan secara jelas, masing-masing organisasi melalui CIO-nya (CIO = Chief Information Officer) – atau personal dengan otoritas tertinggi di bidang sistem informasi – berkumpul dan berdiskusi bersama untuk mencari jalan keluar pemenuhan kebutuhan yang ada. Secara tidak langsung, dalam proses ini, cetak biru arsitektur masing-masing sistem informasi dapat mulai saling diperkenalkan dan dipertukarkan.
Jika hal ini berhasil dilakukan, maka tahap yang tersulit dalam integrasi, yaitu duduk bersama untuk memikirkan kepentingan yang lebih besar berhasil dilalui. Pada saat inilah sebenarnya hakekat ”integrasi” telah dilakukan. Secara teknis yang biasa dihasilkan adalah ide-ide solusi dalam bentuk penambahan sejumlah entitas atau komponen sebagai jembatan antara satu sistem dan sistem lainnya tanpa harus merusak masingmasing sistem informasi yang telah dianggap baik bekerja oleh setiap organisasi yang ada. Artinya adalah bahwa secara vertikal, masing-masing sistem informasi tetap melayani setiap organisasi terkait, sementara secara horisontal telah dilakukan proses integrasi melalui penambahan komponen-komponen baru hasil diskusi beragam organisasi yang terlibat (misalnya: interface, middleware, application integration system, database clearing house, dsb.). Keluaran sesungguhnya dalam tahap ini adalah kepercayaan dan kesadaran akan perlunya kerjasama untuk memecahkan solusi.

Tahap III: Kehendak Berbagi Pakai

Ketika skenario pada tahap kedua telah berjalan dengan baik (baca: efektif), langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi seberapa efisien dan optimum solusi tersebut berhasil dibangun terutama dalam kaitannya dengan pemanfaatan beraneka ragam sumber daya organisasi. Tentu saja efisiensi dan optimalisasi tertinggi belum terlihat dalam solusi tersebut karena dibangun dengan paradigma ”tidak mengganggu” masing-masing sistem informasi. Sekali lagi para CIO akan berkumpul dan melihat bahwa banyak peluang untuk meningkatkan kinerja solusi yang dihasilkan jika dan hanya jika adanya ”sharing” atau pola berbagi pakai antar sumber daya teknologi informasi yang dimiliki masing-masing organisasi. Dalam konteks inilah mulai terlihat adanya tawaran untuk misalnya menggunakan server dari organisasi A, aplikasi dari organisasi B, database dari organisasi C, jaringan dari organisasi D, dan lain sebagainya. Semua itu terjadi sebagai dampak kehendak untuk mencari solusi yang terbaik, sehingga seluruh CIO merasa tertantang intelejensianya dalam menghasilkan sistem yang dimaksud. Keluaran terpenting dari tahap ini adalahmulai bergesernya pemikiran-pemikiran yang didominasi oleh faktor emosional ke ide-ide brilian yang dipandu oleh pemikiran rasional.

Tahap IV: Redesain Arsitektur Proses

Mencari solusi dengan berbekal berbagi pakai sumber daya biasanya dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemilik kepentingan internal (baca: internal stakeholder). Ketika konsorsium organisasi tersebut harus berurusan dengan pemenuhan kebutuhan pemilik kepentingan eksternal, seperti misalnya pelanggan atau publik, maka proses yang cepat, berkualitas, dan murah adalah yang menjadi dambaan mereka. Hal tersebut tidaklah mungkin terjadi jika secara lintas organisasi tidak dilakukan aktivitas redesain proses.
Di sinilah tahap penentu integrasi diuji kembali, karena yang akan terlibat tidak sekedar para CIO, melainkan pimpinan nomor satu dari masing-masing organisasi. Kegiatan kolaborasi ini akan efektif jika bermula dari akhir, dalam arti kata menggunakan kebutuhan pemegang kepentingan akhir (yaitu pelanggan atau publik) sebagai target solusi redesain. Dengan berpegang pada konsep dan teori BPR (= Business Process Reengineering) sejumlah usaha untuk melakukan eliminasi, simplifikasi, integrasi, dan otomatisasi proses akan dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah semangat kolaborasi antar CIO yang harus ditularkan ke para pimpinan organisasi.
Biasanya yang dilakukan adalah para CIO melakukan kajian terlebih dahulu, dan mendesain arsitektur proses baru (baca: tentatif) yang dipresentasikan kepada para pimpinan dengan sebuah pesan penting yaitu desain terkait dapat dan mungkin diterapkan oleh beragam organisasi tersebut. Keluaran dari tahap terberat ini adalah kesepakatan untuk melakukan kolaborasi secara lebih jauh, yaitu dengan memperhatikan nilai (atau value) dari pemegang kepentingan utama dari seluruh organisasi yang berkolaborasi. Ragam proses baru inilah yang akan menjadi cikal bakal atau embrio arsitektur sebuah sistem informasi terintegrasi yang dimaksud, yang merupakan penjelmaan ”secara tidak sadar” kumpulan sistem informasi organisasi beragam yang ada.

Tahap V: Optimalkan Infrastruktur

Rancangan beraneka ragam proses baru yang dihasilkan pada tahap sebelumnya tidaklah akan berjalan secara efektif, efisien, optimal, dan terkontrol dengan baik apabila secara fundamental tidak dilakukan penyesuaian terhadap infrastruktur organisasi yang ada – dalam hal ini adalah arsitektur sistem informasi terintegrasi yang dimiliki. Dalam kaitan inilah maka optimalisasi sistem informasi terintegrasi yang bercikal bakal pada masing-masing sistem informasi organisasi akan menghasilkan sebuah sistem dengan komponen-komponen lengkapnya seperti: perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur jaringan, sumber daya manusia, sistem database terpadu, dan lain sebagainya.
Perlu diperhatikan bahwa proses optimalisasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemegang kepentingan utama dengan batasan (baca: contraint) tetap dijaganya kinerja masing-masing sistem informasi untuk melayani organisasi yang ada secara vertikal. Keluaran dari tahap optimaliasi ini adalah sebuah sistem informasi terpadu yang dapat bekerja secara efektif melayani kepentingan vertikal maupun horisontal. Dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya, yaitu semakin eratnya relasi antar organisasi yang berkolaborasi setelah melewati sejumlah tahap sebelumnya.

Tahap VI: Transformasi Organisasi

Tahap terakhir yang akan dicapai sejalan dengan semakin eratnya hubungan antar organisasi adalah transformasi masing-masing organisasi. Transformasi yang dimaksud pada dasarnya merupakan akibat dari dinamika kebutuhan lingkungan eksternal organisasi yang memaksanya untuk menciptakan sebuah sistem organisasi yang adaptif terhadap perubahan apapun.
Sistem informasi masa kini yang dibangun dengan menggunakan paradigma rumah tumbuh dan berbasis komponen (baca: object-based approach) secara tidak langsung akan menular kepada karakteristik dari organisasi terkait. Artinya, sejumlah hal baru akan tumbuh menggantikan sesuatu yang telah lama dianut, misalnya:• Transformasi dari organisasi berbasis struktur dan fungsi menjadi organisasi berbasis proses;• Transformasi dari organisasi berbasis sumber daya fisik menjadi organisasi berbasis pengetahuan;• Transformasi dari organisasi berbasis kebutuhan pemilik kepentingan internalmenjadi organisasi berbasis kebutuhan pemilik kepentingan eksternal;• Transformasi dari organisasi berbasis rantai nilai fisik menjadi organisasi berbasi rantai nilai virtual; dan lain sebagainya.


sumber : http://www.batan.go.id/sjk/eII2006/Page02/P02h.pdf

Kamis, 18 November 2010

CIM

Sistem Informasi Management atau CIM adalah suatu kumpulan dari sub-sub sitem yang saling bekerja sama untuk menyalurkan, menganalisa informasi apa saja. Kadang-kadang kita tidak mengetahui kalau sebenarnya pada kehidupan kita itu sehari-hari sering kali melakukan kegiatan yang berhubungan dengan system informasi. Salah satu contohnya yaitu pembelian tiket pesawat terbang pada saat kita ingin bepergian dan pada saat kita mengkredit motor.
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI
Peranan teknologi informasi juga sangat mempengaruhi pada kegiatan-kegiatan bisnis salah satunya pada saat pemasaran. Maka dari itu banyak sekali perusahaan yang berani untuk menginvestasi besar-besaran pada bidang teknologi informasi.
Beberapa alasan penggunaan teknologi informasi pada pemasaran, yaitu :
a. Dapat meningkatkan pilihan baik bagi perusahaan dan pemegang saham dalam implementasi yang efektif pada setiap strategi pemasaran.
b. Karena teknologi informasi memberikan banyak informasi ke pimpinan maka sangat mempengaruhi proses berkembangnya strategi pemasaran pada system pengambilan suatu keputusan.
c. Pada teknologi informasi juga mempengaruhi antar organisasi dengan lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok atau grosir.
Teknologi informasi banyak digunakan untuk membentuk suatu strategi demi mendapatkan suatu keunggulan kompetitif, antara lain :
a. Strategi biaya : untuk mengecilkan biaya supaya harga yang dipasarkan bisa lebih murah dan kita mendapatkan keuntungan agar dapat bersaing dalam pangsa pasar barang-barang lain.
b. Strategi pertumbuhan : mengembangkan kapasitas produksi secara tepat, melakukan integrasi pada produk atau jasa yang terkait.
c. Strategi aliansi : membentuk suatu hubungan atau jalinan kerjasama bisnis pada pelanggan-pelanggan baru.
d. Strategi inovasi : memperkenalkan suatu produk yang unik pada pasar yang dapat menarik pangsa pasar pada penjulan produk tersebut.
Istilah lain dari SIM adalah system pelaporan management. Kenapa demikian? Karena teknologi informasi memperlihatkan contoh laporan yang berguna bagi manajer untuk melihat pada system penjuala produk.

Kamis, 07 Oktober 2010

traffic management quality of services

Dalam sebuah jaringan besar dengan banyak komputer, volume data yang bergerak melalui firewall bisa sangat besar. Seorang administrator jaringan dapat menggunakan Traffic Management dan Quality of Service (QoS) tindakan untuk mencegah hilangnya data untuk aplikasi bisnis penting dan untuk membuat aplikasi mission-critical yakin memperoleh prioritas di atas lalu lintas lainnya.

Manajemen Lalu Lintas dan QoS memberikan sejumlah manfaat. Anda dapat:
* Garansi atau batas bandwidth
* Kontrol tingkat di mana Firebox mengirimkan paket ke jaringan
* Prioritaskan ketika untuk mengirim paket ke jaringan

Untuk menerapkan manajemen lalu lintas kepada kebijakan, anda mendefinisikan suatu tindakan Traffic Management, yang merupakan kumpulan pengaturan yang dapat Anda terapkan untuk satu atau lebih definisi kebijakan. Dengan cara ini anda tidak perlu mengkonfigurasi pengaturan manajemen lalu lintas secara terpisah dalam kebijakan masing-masing. Anda dapat menentukan tindakan tambahan Traffic Management jika Anda ingin menerapkan pengaturan yang berbeda dengan kebijakan yang berbeda.

Jaminan bandwidth


Pemesanan Bandwidth mencegah timeout koneksi. Sebuah manajemen lalu lintas antrian dengan bandwidth yang dicadangkan dan prioritas rendah dapat memberikan bandwidth untuk aplikasi real-time dengan prioritas lebih tinggi bila diperlukan tanpa memutuskan. antrian lalu lintas manajemen dapat mengambil keuntungandari bandwidth yang dilindungi undang-undang yang tidak terpakai bila telah tersedia.


Misalnya, perusahaan Anda memiliki sebuah server FTP pada jaringan eksternal dan Anda ingin menjamin bahwa FTP selalu memiliki paling sedikit 200 Kilobyte per detik melalui antarmuka eksternal. Anda mungkin juga mempertimbangkan pengaturan bandwidth minimum dari antarmuka terpercaya untuk memastikan bahwa sambungan bandwidth dijamin end-to-end. Untuk melakukan ini, Anda akan menciptakan sebuah tindakan Traffic Management yang mendefinisikan minimal 200kbps untuk lalu lintas FTP pada interface eksternal. Anda kemudian akan menciptakan kebijakan FTP dan menerapkan tindakan Traffic Management. Hal ini akan memungkinkan "menempatkan ftp" di 200 kbps. Jika anda ingin mengizinkan "ftp mendapatkan" di 200 kbps, Anda harus mengkonfigurasi lalu lintas FTP pada interface dipercaya juga memiliki minimal 200 kbps.

Sebagai contoh lain, misalkan perusahaan Anda menggunakan bahan multimedia (streaming media) untuk pelatihan pelanggan eksternal. Media ini streaming menggunakan RTSP atas port 554. Anda telah di upload sering FTP dari dipercaya untuk antarmuka eksternal, dan Anda tidak ingin upload ini bersaing dengan pelanggan Anda menerima media streaming. Anda akan menerapkan tindakan Traffic Management ke antarmuka eksternal untuk media streaming port untuk menjamin bandwidth yang memadai.

Batasi bandwidth


Pengaturan bandwidth dijamin bekerja dengan setelan lain dikonfigurasi untuk setiap antarmuka eksternal, Outgoing Interface Bandwidth, untuk memastikan Anda tidak menjamin bandwidth lebih dari benar-benar ada. Pengaturan ini juga membantu Anda memastikan jumlah pengaturan bandwidth yang dijamin tidak mengisi link sedemikian rupa sehingga lalu lintas tidak dijamin tidak bisa lewat. Misalnya, link adalah 1 Mbps dan Anda mencoba untuk menggunakan tindakan Traffic Management yang menjamin 973 Kbps (0,95 Mbps) dengan kebijakan FTP di link tersebut. Dengan pengaturan ini, lalu lintas FTP bisa mencegah jenis-jenis lalu lintas dari menggunakan antarmuka. Jika Anda mencoba untuk mengkonfigurasi Firebox cara ini, Policy Manager memperingatkan Anda bahwa Anda mendekati Outgoing Interface Bandwidth setting untuk interface itu....
Menandai QoS

QoS Menandai menciptakan kelas yang berbeda dari layanan untuk berbagai jenis lalu lintas jaringan outbound. Ketika Anda "tanda" lalu lintas, Anda mengubah sampai enam bit pada field header paket yang ditetapkan untuk tujuan ini. perangkat eksternal QoS-mampu dapat menggunakan penandaan ini dan memberikan penanganan yang tepat dari sebuah paket karena perjalanan dari satu titik ke titik lain dalam jaringan.

Anda dapat menggunakan QoS Menandai pada basis per antarmuka atau per-kebijakan. Ketika anda mendefinisikan QoS Menandai untuk sebuah interface, paket meninggalkan antarmuka yang ditandai. QoS Menandai untuk kebijakan tanda lalu lintas yang menggunakan kebijakan.
Lalu Lintas prioritas

Anda dapat menetapkan berbagai tingkat prioritas baik untuk kebijakan atau untuk lalu lintas dari interface tertentu. prioritas Lalu Lintas di firewall memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa kelas layanan (CoS) antrian dan cadangan prioritas tertinggi untuk real-time atau data streaming. Sebuah kebijakan dengan prioritas tinggi dapat mengambil bandwidth dari koneksi yang ada prioritas rendah ketika link tersebut padat dan lalu lintas bersaing untuk bandwidth.

Infrastruktur IP

Infrastruktur IP menjadi servis utama pada data center. Servis ini disediakan pada layer 2 dan layer 3. Isu yang harus diperhatikan terkait dengan layer 2 adalah hubungan antara ladang server dan perangkat layanan, memungkinkan akses media, mendukung sentralisasi yang reliable, loop-free, predictable, dan scalable. Sedangkan pada layer 3, isu yang terkait adalah memungkinkan fast-convergence routed network (seperti dukungan terhadap default gateway). Kemudian juga tersedia layanan tambahan yang disebut [[Intelligent Network Services]], meliputi fitur-fitur yang memungkinkan application services network-wide, fitur yang paling umum adalah mengenai QoS (Quality of Services), multicast (memungkinkan kemampuan untuk menangani banyak user secara konkuren), private LANS dan policy-based routing.

Kamis, 04 Maret 2010

kelebihan dan kekurangan windows 7

Kelebihan Windows 7
- Berjalan lebih cepat pada saat bootingnya dibandingkan Vista, tapi masih sedikit lebih lambat dibandingkan XP, tapi untuk versi x64 merupakan versi yang paling cepat bila dibandingkan XP atau Vista.
- Fitur sekuriti yang benar-benar ketat. Jika sebelumnya kita bisa memaksa software untuk dapat diinstal di Vista (karena ada masalah kompatibilitas), kini tidak lagi.
- Lebih sedikit membutuhkan ruangan harddisk
- Manajemen memory yang lebih baik
- Pengaturan taskbar yang lebih baik
- Hampir semua driver untuk Vista bisa digunakan di Windows 7
- Help Tool yang lebih baik dan lebih lengkap.

Kekurangan:
- Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di WIndows 7 (karena masih versi beta)
- Susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di VIsta, juga dipasang di Windows 7
- Sistem operasi utama nya tidak dapat diganti

Berhenti mengkonsumsi Kafein

Berhenti mengkonsumsi Kafein

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menelaah resiko kesehatan, dan salah satunya berhubungan dengan konsumsi kafein. Dahulu, kafein dipercaya menaikkan tekanan darah tetapi sekarang para peneliti tidak yakin hubungan antara konsumsi kafein dengan tekanan darah.
Apapun alasan anda untuk minum dan tidak minum kopi, anda mungkin telah mendengar kasus dimana ada gejala sakit kepala, gelisah, cemas, bahkan depresi. Apakah semua ini adalah efek samping dari kafein atau kah hanya sugesti belaka?
Penelitian menunjukkan kalau kafein benar-benar berfungsi sebagai stimulan dan banyak pakar kesehatan berpendapat bahwa kafein adalah salah satu obat yang tersebar luas dan dikonsumsi secara umum. Kafein dapat disebut sebagai stimulan ringan dan dapat menambah kinerja saraf sentral sehingga membuat orang yang mengkonsumsinya menjadi lebih siaga, tetapi tidak menambah kinerja mereka.
Sumber utama dari kafein adalah kopi, teh, coklat, dan soft drink. Obat kesehatan yang membantu orang untuk tetap terjaga juga mengandung kafein. Asupan kafein per hari yang disarankan adalah kurang dari 300 mg sehari atau setara dengan 2-3 cangkir kopi sehari.
Bagi mereka yang pernah mencoba menghilangkan kafein dari dietnya pasti mengerti bahwa itu bukanlah pekerjaan mudah. Bahkan mereka yang menghentikan konsumsi kafein dalam dietnya seringkali mendapat efek samping seperti diatas. Cara yang paling efektif adalah mengurangi jumlah asupan kafein dalam tubuh anda secara berkala. Hasilnya tubuh anda mampu menyesuaikan dengan perubahan jumlah kafein yang masuk ke dalam tubuh.

Adat Istiadat dan Kebudayaan Ambon pada saat Hari Pattimura

Perayaan hari Pattimura menyemut di sekitar Monumen Tugu Pattimura di Lapangan Merdeka. Disanalah, Pattimura dihukum gantung oleh Belanda. Kedatangan warga dari berbagai pelosok desa ini guna menyaksikan proses lari obor Pattimura dan pembakaran api Pattimura oleh Gubernur Maluku di tempat gantungan Pattimura tersebut.

Warga yang hadir saat itu banyak sekali dari yang muda sampai yang sudah lanjut usia. Mereka datang untuk melihat pemuda-pemuda Ambon membawa obor Pattimura. Warga berkumpul jadi satu mensesaki tiga ruas jalan di sekitar kawasan itu.

Sikap juang Pattimura bukanlah sendiri, tapi bersatu dengan rakyat untuk sama-sama berperang melawan Belanda. “Generasi sekarang juga harus meneledani sikap Pattimura ini, yakni melakukan pembangunan secara bersama-sama. Daerah ini akan maju kalau kita bersatu tanpa melihat perbedaan dalam membangun daerah ini pasca konflik. Suara tifa dipukul dan tauri (kulit kerang) ditup mengantarkan pasukan pembawa obor yang berpakaian merah-merah. Sekitar sepuluh pemuda membawa obor, sementara 20-an pemuda lainnya menenteng parang terhunus melakukan tari cakalele (tarian perang). Bahkan beberapa diantaranya seperti kerasukan dan menikam atau memotong bagian tubuh dirinya sendiri. Suasana ketika itu seakan penuh magis. Warga yang menontot berteriak-teriak histeris menyambut obor Pattimura. Suasana makin panas ketika sekelompok pemuda memperagakan tarian cakalele, diiringi suara tifa dan tauri.
Seusai membakar api Pattimura, gubernur selanjutnya menuju lapangan untuk memimpin upacara. Di tempat ini telah berkumpul muspida Maluku dan kota, para Latupati Saparua (raja-raja dari Saparua), mahasiswa, dan pasukan pembawa obor dan cakalele yang berasal dari pemuda Batumerah dan Mardika. Dari barisan peserta upacara ini kita bisa melihat suasana yang unik dari biasanya. Pemimpin upacara menggunakan pakaian perang dan gubernur sebagai pembina upacara hadir dengan pakaian tenunan Maluku. Gubernur saat itu menyandang gelar Upu Latu (Bapak Raja). Sebagian besar peserta upacara menggunakan pakaian tenunan Maluku, terkecuali TNI dan Polri. Di barisan Latupati Saparua, seluruh raja menggunakan pakaian kebesaran raja, sementara di barisan pembawa obor dan cakalele berpakaian merah-merah, dengan ikat kepala merah.

Gubernur Maluku dalam sambutannya mengatakan, hari Pattimura yang dilaksanakan setiap tanggal 15 Mei, jangan hanya dijadikan sebagai perayaan semata, tapi harus dimaknai semangat perjuangan Pattimura.